Catatan pulang dari Bett Asia 2026 Dua hari di Kuala Lumpur meninggalkan satu kesan yang sulit saya abaikan: hampir tidak ada sudut di Bett Asia tahun ini yang tidak berbicara tentang AI. Di panggung keynote, di ruang diskusi, di deretan stan pameran, kata itu terus muncul seperti refrain dalam sebuah lagu. AI untuk menilai esai. … Lanjutkan membaca AI Setelah Usaha, Bukan Pengganti Usaha
Kalian Semua Selalu “Istimewa”
Setelah pengumuman TKA, ada sebuah pemandangan yang hampir selalu hadir di tembok-tembok sekolah baik dunia nyata maupun maya sekolah dasar dan menengah di negeri ini: papan pengumuman yang memajang nama-nama terbaik. Nilai tertinggi. Peringkat satu hingga sepuluh, hingga foto-foto siswa berprestasi. Pemandangan itu tampak wajar. Bahkan, bagi banyak orang, ia terasa seperti keharusan — bentuk … Lanjutkan membaca Kalian Semua Selalu “Istimewa”
Refleksi Idul Adha bagi Para Pendidik: Keteladanan Keluarga Ibrahim dari Indahnya Sastra Al Quran
Dari seorang ayah yang bernama Ibrahim, lahir dua manusia luar biasa yaitu Ismail dan Ishaq. Keduanya mewarisi kenabian. Keduanya mewarisi keteguhan iman. Namun ada sesuatu yang menarik — sesuatu yang hanya bisa kita temukan jika kita membaca Al-Qur’an dengan penuh perhatian. Ketika Allah menyampaikan kabar gembira (nubuwwah) tentang kelahiran dua anak Ibrahim itu, Ia tidak … Lanjutkan membaca Refleksi Idul Adha bagi Para Pendidik: Keteladanan Keluarga Ibrahim dari Indahnya Sastra Al Quran
Pelajaran Empati: Dari Monopoli ke Ruang Kelas
Paul Piff dan timnya pernah melakukan eksperimen sederhana namun mengusik. Dua orang bermain monopoli, tapi salah satunya sengaja diberi keuntungan sejak awal — uang lebih banyak, gaji dobel, dua dadu sekaligus. Yang menarik bukan siapa yang menang. Yang menarik adalah bagaimana si pemain “kaya” berubah selama permainan berlangsung. Ia jadi lebih agresif, lebih dominan, bahkan … Lanjutkan membaca Pelajaran Empati: Dari Monopoli ke Ruang Kelas
Mantra Sakti
Kota Batu selalu punya wajah yang menawan. Udaranya sejuk, perkebunan membentang luas, dan di akhir pekan jalanan ramai oleh wisatawan. Namun, bagi Adit dan Fanji, siswa SMA Giripurno Jaya, ada satu hal yang justru membuat wajah mereka muram, mendung, dan gelap: pelajaran bahasa Jawa. “Bu, kenapa sih masih ada pelajaran bahasa Jawa? Aksaranya ribet, nulisnya … Lanjutkan membaca Mantra Sakti